Polemik Gas Melon di Tanjab Barat, YLKI Sebut Disperindag Banyak Alasan

Polemik pendistribusian Gas Melon bersubsidi di Tanjab Barat ke masyarakat nampaknya tak kunjung selesai. Pasalnya, YLKI Tanjab Barat mengaku banyak mendapat laporan masyarakat terkait harga Gas Melon di luar Harga Eceran Tertinggi (HET) hingga, pangkalan resmi yang bertindak sesuka hati.

Polemik Gas Melon di Tanjab Barat, YLKI Sebut Disperindag Banyak Alasan
Ketua YLKI Tanjab Barat Abdul Kadir (ist)

BRITO.ID BERITA TANJAB BARAT- Polemik pendistribusian Gas Melon bersubsidi di Tanjab Barat ke masyarakat nampaknya tak kunjung selesai. Pasalnya, YLKI Tanjab Barat mengaku banyak mendapat laporan masyarakat terkait harga Gas Melon di luar Harga Eceran Tertinggi (HET) hingga, pangkalan resmi yang bertindak sesuka hati. 

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tanjab Barat Abdul Kadir, kepada Brito.id menegaskan dalam satu bulan terakhir, banyak laporan dan keluhan masyarakat terkait pembelian Gas Melon hingga pangkalan yang nakal. 

"Dalam sebulan ini, banyak laporan masyarakat yang ngeluh, bahkan sampai saya tanya langsung ke Disperindag, tapi jawabanya klasik, itu ke itu, tanpa ada tindak lanjut." Tegas pria yang akrab disapa Hamka Senin (27/7). 

Untuk kawasan Tanjab Barat kota, HET setiap pangkalan hanya Rp.19.000, namun pembeli harus membayar Rp 20.000 dan 21.000, dari pangkalan resmi. 

"Ini saja sudah melanggar aturan yang dibuat, masak Dinas Koperindag cuma diam saja, kasihan masyarakat." Tegasnya. 

Hamka menilai, peraturan yang dibuat Disperindag terkesan untuk dilanggar, tidak untuk dipatuhi.  

"Jangan sampai ada honornya baru turun, jangan sampai Disperindag terkesan tutup mata." Katanya. 

Sementara Amad, warga Kampung Nelayan mengaku sempat adu argumen dengan pemilik pangkalan lantaran pangkalan lebih mengutamakan pengecer hingga warga sekitar tak kebagian. 

"Masak warga datang dak ado
diterimo lagi, alasannya habis, padahal baru datang," Keluhnya. 

Sayangnya pihak terkait, baik Diskoperindag dan pemilik pangkalan belum bisa dikonfirmasi. 

Penulis: Heri Anto
Editor: Rhizki Okfiandi