Ini Dia 5 Pos Pantau Karhutla di Titik Rawan di Muarojambi: Antisipasi Kabut Asap

Memasuki puncak musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan mulai mengancam. Dua bulan terakhir saja di Muarojambi, sudah ada tiga titik kebakaran yang terjadi. 

Ini Dia 5 Pos Pantau Karhutla di Titik Rawan di Muarojambi: Antisipasi Kabut Asap
PLT Kepala BPBD Muarojambi Alias (Romi/brito.id)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Memasuki puncak musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan mulai mengancam. Dua bulan terakhir saja di Muarojambi, sudah ada tiga titik kebakaran yang terjadi. 

"Ada tiga titik yang sudah terjadi Karhutla alhamdulillah bisa dipadamkan," kata Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muarojambi Alias, Rabu (29/7/20).

Sebagai langkah antisipatif kedepan, agar bencana karhutla seperti tahun-tahun sebelumnya tidak terjadi lagi. Memang butuh kerja keras dan komitmen bersama. Kata Alias, saat ini pihaknya bersama leading sektor terkait membangun 5 pos pantau di lima titik rawan.

"Ada 5 pos pantau yakni posko utama dikantor BPBD Kab. Muaro Jambi, Posko Arang-arang di Kecamatan Kumpeh Ulu, Posko Sungaigelam di kecamatan Sungaigelam, Posko Niaso di Kecamatan Maro sebo dan posko Tanjung di Kecamatan Kumpeh," kata Alias.

Selain itu, perusahaan juga diminta komitmennya agar bersama-sama menjada dan mendeteksi serta mengatasi Karhutla. Untuk itu, dibuatlah klaster-klaster perusahaan sesuai dengan daerah operasional perusahaan tersebut berdiri.

"Nah untuk komitmen perusahaan ini kita pakai klaster. Kita bentuk kelompok tertentu, nantinya jika ada Karhutla, dia (perusahaan) yang terdekat bersama-sama tim kita mengantisipasi dan memadamkan kebakaran yang terjadi. Mekanismenya seperti itu," jelasnya.

Ini dilakukan agar responsif terhadap kebakaran tinggi. Dengan demikian, jika terjadi kebakaran bisa segera diatasi dan tidak meluas.

"Kalau meluas kan nantinya banyak efek yang ditimbulkannya. Bisa kabut asap, dan kita tidak ingin bencana-bencana seperti yang sudah-sudah terjadi lagi. Kita berusaha semaksimal mungkin," tutup Alias.

Penulis: Romi R
Editor: Ari